Gunung Putri, SuaraBotim.com – Pasca ambruknya salah satu gedung kelas di SMKN 1 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pihak sekolah mulai menyesuaikan sistem pembelajaran dengan mengombinasikan metode daring (online) dan luring (tatap muka).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SMKN 1 Gunung Putri, Nani Yulianti, mengatakan pihaknya telah menyiapkan jadwal rotasi kelas agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan tanpa mengganggu proses pemulihan pascakejadian.
“Jadi nanti akan kami putar secara rolling, karena pembelajaran di SMKN 1 Gunung Putri itu ada yang di bengkel dan ada yang di kelas,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Selasa (4/11/25).
Tim kurikulum sedang menyusun jadwalnya, kemungkinan dua hari pembelajaran daring dan sisanya luring. Jadwalnya akan disesuaikan dengan jumlah kelas dan jumlah siswa,” terusnya.
Nani menambahkan, sejak Selasa pagi pihak sekolah telah menetapkan pembelajaran daring bagi seluruh siswa kelas 10, 11, dan 12. Namun, untuk kelas 12, sistem ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menjelang pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) gelombang kedua yang akan digelar pada Rabu dan Kamis.
“Untuk hari ini, kelas 12 memang dijadwalkan daring karena besok mereka melaksanakan TKA gelombang kedua. Sementara kelas 10 dan 11 yang tadinya belajar di sekolah, kami ubah jadi daring dulu. Ada beberapa siswa yang masih trauma, jadi kami ingin mereka tenang dulu di rumah,” katanya.
Meski dilakukan secara daring, proses belajar tetap berjalan aktif. Para guru tetap hadir di sekolah untuk mengajar dari ruang guru atau dari jurusan masing-masing.
“Guru kami tetap di ruang guru atau di jurusan masing-masing, terutama guru produktif. Mereka melaksanakan pembelajaran melalui Zoom atau media daring lainnya,” jelasnya.
Untuk durasi pembelajaran daring, Yulianti mengatakan metode tersebut akan diberlakukan hingga Jumat (7/11/25). Setelah itu, sekolah akan mulai menerapkan kombinasi sistem daring-luring terbatas bagi lima kelas terdampak.
“Untuk sementara sampai Jumat kami tetap daring. Minggu depan sudah kami siapkan skenario kombinasi daring dan luring. Tidak hanya untuk kelas terdampak, tapi akan kami atur agar semua siswa tetap mendapat hak belajarnya,” tutupnya.
(Pandu)







