SUARABOTIM.COM – Polri menaruh perhatian serius terhadap maraknya praktik pengoplosan gas subsidi yang dinilai berdampak pada ketahanan energi nasional dan kerugian negara.
Hal tersebut ditegaskan Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, menyusul arahan langsung dari Kapolri kepada seluruh jajaran kepolisian.
Menurutnya, arahan tersebut disampaikan dalam video conference yang digelar pekan lalu dan diikuti seluruh jajaran kepolisian, baik tingkat Polda maupun Polres di seluruh Indonesia.
“Dalam video conference bersama Kapolri, seluruh jajaran diinstruksikan untuk peka terhadap situasi geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah yang berdampak pada ketahanan energi, termasuk di Indonesia,” ujar AKBP Wikha kepada SuaraBotim.Com, Jumat (3/4/2026).
Ia menjelaskan, kondisi global tersebut berpotensi memengaruhi ketersediaan dan distribusi energi di dalam negeri. Oleh karena itu, Polri diminta untuk bertindak tegas terhadap segala bentuk pelanggaran dan tindak kriminal yang berkaitan dengan sektor energi.
Salah satu fokus utama adalah penindakan terhadap praktik ilegal pengoplosan gas subsidi 3 kilogram yang kemudian dipindahkan ke tabung non-subsidi untuk dijual dengan harga lebih tinggi.
“Penindakan ini bertujuan untuk menghentikan kerugian negara yang nilainya bisa mencapai miliaran bahkan berpotensi hingga ratusan miliar rupiah, sekaligus mencegah penyalahgunaan subsidi,” jelasnya.
Lebih lanjut, AKBP Wikha menekankan, langkah tegas ini juga bertujuan untuk memastikan distribusi gas subsidi tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat kecil yang berhak menerima.
“Kami ingin memastikan bahwa subsidi gas 3 kilogram benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, bukan disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tutupnya.
(Pandu)







