SUARABOTIM.COM – RS Permata Jonggol menggelar seminar kesehatan publik bertajuk “Autoimun, Apakah Bisa Sembuh? Kupas Fakta, Mitos dan Harapan Bersama Ahlinya” pada Senin, (18/5/26).
Kegiatan yang berlangsung di Aula RS Permata Jonggol itu diikuti lebih dari 100 peserta yang terdiri dari pasien, keluarga pasien, tenaga kesehatan hingga komunitas peduli autoimun.
Seminar ini digelar sebagai upaya memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penyakit autoimun yang selama ini masih sering disalahpahami. Banyak masyarakat menganggap autoimun sebagai penyakit tanpa harapan dan tidak dapat dikendalikan.
Dalam seminar tersebut, narasumber utama, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi Imunologi, Adi Kurniawan menjelaskan, penyakit autoimun memang belum dapat disembuhkan secara total. Namun, kondisi tersebut dapat dikendalikan dengan penanganan medis yang tepat dan diagnosis sejak dini.
“Yang perlu diluruskan adalah kata ‘sembuh’. Pada autoimun, tujuan terapi adalah mencapai remisi, yaitu kondisi di mana penyakit tidak aktif dan pasien bisa beraktivitas normal. Banyak pasien yang sudah bertahun-tahun hidup produktif dengan kondisi ini,” ujar Adi.
Ia juga meluruskan sejumlah mitos yang berkembang di masyarakat, seperti anggapan bahwa autoimun hanya menyerang lansia, hanya bisa ditangani dengan obat keras, atau penderita autoimun tidak boleh berolahraga.
Peserta seminar berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pasien autoimun di wilayah Jonggol, Cileungsi dan Bogor, pendamping pasien, tenaga kesehatan, agen asuransi swasta, hingga komunitas pasien autoimun.
Turut hadir pula perwakilan organisasi Salimah dan komunitas ODAI Bogor yang selama ini aktif memberikan edukasi kepada pasien autoimun.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta mengenai pola makan penderita autoimun, kehamilan pada pasien lupus, hingga efek samping penggunaan obat imunosupresan.
Direktur RS Permata Jonggol, Sri Handayani mengatakan, edukasi publik menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan rumah sakit, khususnya dalam penanganan penyakit kronis seperti autoimun.
“Banyak pasien datang dalam kondisi sudah komplikasi karena terlambat mendapat informasi yang benar. Melalui seminar ini, kami ingin memberikan harapan bahwa dengan penanganan tepat, pasien autoimun tetap bisa memiliki kualitas hidup yang baik. RS Permata Jonggol siap menjadi mitra dalam perjalanan pengobatan mereka,” ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen dalam pelayanan kesehatan, RS Permata Jonggol juga memiliki layanan Autoimun Center yang menyediakan diagnosis, terapi, hingga pemantauan pasien secara komprehensif dengan pendekatan multidisiplin.
Dengan adanya seminar ini, diharapkan masyarakat semakin memahami penyakit autoimun serta pentingnya deteksi dini dan penanganan medis yang tepat guna meningkatkan kualitas hidup pasien.
(Pandu)







