SUARABOTIM.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor sebut ada dua bencana alam yang perlu diwaspadai menjelang musim penghujan di Bumi Tegar Beriman.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat mengatakan, kedua bencana alam tersebut yakni tanah longsor fan angin puting beliung.
Ia menyebut, pada musim penghujan, seringkali bangunan rumah dengan konstruksi yang lemah menimbulkan terjadinya kerobohan.
“Itu memang agak sulit untuk kita prediksi kalau yang angin. Tapi kalau untuk longsor sebenarnya kita sudah mulai menghimbau agar lebih memperhatikan rumah-rumah yang berada di pinggiran atau atasnya ada tebingan,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Jumat (6/11/2026).
Ade Hasrat juga mengucapkan, pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap bencana alam pergerakan tanah di wilayah Bumi Tegar Beriman.
“Sudah, sudah ada pemetaan. Jadi yang paling rawan pertama itu ada di wilayah babakan madang, khususnya di Bojong Koneng dan Cijayanti,” ungkapnya.
Kalau untuk Kabupaten Bogor wilayah Timur, Ade Hasrat mengatakan, wilayah Kecamatan Sukamakmur dan Tanjungsari menjadi titik rawannya. Lalu, di bagian barat, wilayah Kecamatan Ciomas dan Nanggung.
“Walaupun sudah kita petakan memang biasanya setelah musim kemarau yang cukup panjang suka terjadi longsor,” jelasnya.
Ade Hasrat juga memprediksikan masuknya musim penghujan menurut BMKG, di berbagai wilayah Kabupaten Bogor itu berbeda-beda.
“Kota Bogor dengan Kabupaten Bogor, Cibinong lainnya itu masuk kepada satu musim. Jadi sebenarnya walaupun musim kemarau tapi ada hujan, walaupun intensitasnya masih rendah,” katanya.
“Tapi untuk wilayah-wilayah yang seperti mulai Bogor Barat dan Bogor Timur akan dimulainya mungkin di akhir November mulai hujan dengan intensitasnya ini ya tinggi,” sambungnya.
Ia juga menyebut, saat ini Bumi Tegar Beriman belum memasuki musim penghujan karena di beberapa wilayah masih mengalami kesulitan air bersih.
“Ya artinya kita kalau dibilang sekarang sudah masuk musim penghujan, belum untuk Kabupaten Bogor. Karena, masih ada wilayah yang kekeringan,” tutupnya.
(Penulis: Pandu Maulana)







