SUARABOTIM.COM – Majelis Taklim Baitul Jannah terus berupaya menjadi wadah bagi kaum perempuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan melalui kegiatan pengajian rutin yang digelar di Majelis Taklim Baitul Jannah, Desa Limununggal, Kacamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Selasa (3/11/2026).
Ketua Majelis Taklim Baitul Jannah, Hj. Yuliani Hastuti, yang merupakan istri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PPP Dapil II, Junaidi Samsudin atau yang akrab disapa Junsam, mengatakan kegiatan pengajian tersebut rutin dilaksanakan setiap bulan, tepatnya pada Selasa di minggu pertama.
Menurut Yuliani, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk menambah ilmu agama, tetapi juga sebagai tempat berkumpul dan bersilaturahmi bagi para ibu-ibu.
“Memang keinginan saya pribadi dan Bapak (Junsam) agar silaturahmi tetap terjaga. Ibu-ibu ada wadah di sini. Kalau di rumah mungkin penat, tetapi ketika di sini mendengar ceramah, berkumpul dan bertemu dengan orang-orang yang kita kenal dan kita sayangi, rasa penat itu bisa hilang,” ujar Hj. Yuliani.
Ia menilai, pertemuan rutin tersebut juga dapat memperluas persaudaraan. Bahkan, sejumlah ibu-ibu yang sebelumnya sudah lama tidak bertemu dapat kembali bersilaturahmi melalui kegiatan pengajian.
Dalam kesempatan tersebut, Yuliani juga mengajak kaum perempuan, khususnya di Kabupaten Bogor, untuk senantiasa bersyukur atas apa yang dimiliki dan tidak membandingkan kehidupan dengan orang lain.
“Jangan pernah mengeluh. Intinya syukuri apa yang kita punya. Jangan melihat ke depan atau kepada orang lain. Lihatlah diri sendiri, apa yang kita punya dan syukuri. Mudah-mudahan Allah memberikan kebahagiaan, terutama dunia akhirat dan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” tuturnya.
Selain kegiatan pengajian, dalam pertemuan tersebut juga dilakukan pengumpulan infak untuk pembangunan gedung MBI. Yuliani menyambut baik kegiatan tersebut selama dana yang dihimpun benar-benar disalurkan untuk kepentingan dan kepada pihak yang berhak menerimanya.
“Kalau saya pribadi, namanya untuk kebaikan, silakan. Yang penting tersalurkan kepada yang berhak menerimanya,” katanya.
Lebih lanjut, Yuliani mengungkapkan salah satu tujuan utama digelarnya pengajian rutin tersebut adalah memberikan ruang positif bagi masyarakat Desa Limusnunggal, khususnya kaum perempuan, agar semakin dekat dengan nilai-nilai keagamaan.
Ia berharap keberadaan Majelis Taklim Baitul Jannah dapat memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
“Desa Limusnunggal dari dulu mungkin sudah dicap dengan kampung yang seperti itu. Tujuannya agar lebih agamis, lebih mendekatkan diri. Kita memfasilitasi hal-hal yang baik, sehingga perlahan-lahan mereka bisa berubah dan memahami bahwa hal-hal yang tidak baik itu tidak baik,” ungkapnya.
Untuk menghadirkan suasana pengajian yang tidak monoton, Yuliani juga menerapkan sistem pergantian penceramah atau rolling. Para penceramah dipilih secara langsung agar materi yang disampaikan tetap menarik dan dapat diterima oleh jamaah.
Menurutnya, penyampaian materi keagamaan juga perlu dikemas secara ringan dan tidak terlalu serius agar jamaah, khususnya ibu-ibu, tetap nyaman mengikuti kegiatan.
“Penceramahnya rolling. Saya sendiri yang mencari. Karena ibu-ibu di sini juga butuh hiburan. Kalau ceramah terlalu fokus dan terlalu serius, satu jam saja mungkin tidak betah,” jelasnya.
Yuliani berharap kegiatan Majelis Taklim Baitul Jannah dapat terus berjalan secara rutin dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Insyaallah, mudah-mudahan Allah meridhoi,” pungkasnya.
(Deni Supriadi)







