Babakan Madang, SuaraBotim.Com – Sebanyak 73 rumah terdampak banjir akibat luapan Kali Cijayanti di Kampung Babakan Cicarewed, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Rabu (11/2/2026).
Banjir terjadi setelah hujan deras berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam waktu cukup lama.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat pada pukul 17.25 WIB. Sementara kejadian banjir dilaporkan terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.
“Dikarenakan hujan deras dengan intensitas tinggi dan durasi cukup lama, aliran Kali Cijayanti meluap dan merendam permukiman warga dengan ketinggian air bervariasi mulai dari kurang lebih 50 sentimeter hingga 160 sentimeter,” ujar Adam, Kamis (12/2/2026).
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Bogor berangkat dari Markas Komando pada pukul 17.40 WIB dan tiba di lokasi pukul 18.15 WIB.Penanganan dilakukan selama kurang lebih tiga jam.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan koordinasi dengan aparat setempat, melakukan kaji cepat dan analisa dampak, serta memberikan edukasi dan imbauan kebencanaan kepada warga.
Selain itu, tim gabungan juga melakukan evakuasi serta pembersihan material lumpur pasca banjir.
Berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan, total terdapat 4 unit rumah rusak sedang (RS) dihuni 4 KK atau 15 jiwa, 1 unit rumah rusak ringan (RR) dihuni 2 KK atau 9 jiwa dan 68 unit rumah terdampak banjir tanpa kerusakan bangunan dihuni 72 KK atau 255 jiwa.
“Total keseluruhan mencapai 73 unit rumah terdampak,” jelasnya.
Kerusakan ringan terjadi di RT 03/01, yakni rumah milik Bapak Cecep dengan tembok dapur jebol berukuran 1 x 1 meter. Sementara kerusakan sedang tercatat di RT 04/01 dan RT 05/01, di antaranya rumah milik Bapak Solihin, Bapak Ganda, Bapak Juanda, serta Ibu Diah, dengan kondisi tembok samping maupun kamar ambruk.
“Tidak terdapat korban jiwa, korban terancam, maupun warga yang mengungsi dalam peristiwa banjir Babakan Madang ini. Fasilitas umum dan infrastruktur juga dilaporkan tidak mengalami kerusakan,” jelasnya.
BPBD Kabupaten Bogor mencatat sejumlah kebutuhan dasar pascabanjir, antara lain logistik tanggap darurat, terpal, serta alat kebersihan untuk membantu warga membersihkan sisa lumpur.
“Saat ini kondisi banjir sudah berangsur surut. Warga bersama tim gabungan masih melakukan pembersihan material lumpur,” tutup Adam.
(Pandu)







