SUARABOTIM.COM – Turnamen Dush Run “Bogor Balap Lari” bakal diikuti sebanyak 200 peserta yang berasal dari 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor.
Ajang balap lari tersebut akan digelar di area Gerbang VVIP Stadion Pakansari, Cibinong, dengan jarak lintasan kurang lebih 70 meter yang akan dimulai pada Sabtu (28/2/2026) besok.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto bersama Polres Bogor, serta didukung oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor sebagai wadah penyaluran energi positif generasi muda, khususnya selama bulan Ramadan.
Ketua KORMI Kabupaten Bogor, Rieke Iskandar menjelaskan, nama resmi kegiatan ini adalah Bogor Balap Lari, bukan Pakansari Balap Lari, karena pesertanya mewakili seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
“Kenapa namanya Bogor Balap Lari? Karena pesertanya dari hampir 40 kecamatan. Jadi ini milik seluruh Kabupaten Bogor,” ujar pria yang kerap disapa Akew kepada SuaraBotim.Com, Jumat (27/2/2026).
Akew memaparkan, peserta dari tiap kecamatan difasilitasi oleh Polsek setempat. Setiap kecamatan akan mengirimkan tiga orang peserta.
“Bagi yang ingin mendaftar, silahkan mengunjungi polsek terdekat. Peserta difasilitasi Polsek yang ada di Kabupaten Bogor, satu kecamatan tiga orang. Mereka nanti hadir di Pakansari pada malam minggu,” jelasnya.
Selain melalui Polsek, panitia juga membuka pendaftaran melalui Google Form yang akan dirilis resmi di akun media sosial Kormi Kabupaten Bogor.
Sementara itu, masyarakat yang ingin mendaftar langsung di lokasi tetap diberikan kesempatan selama kuota 200 peserta per malam belum terpenuhi. Adapun lomba digelar mulai pukul 22.00 WIB hingga 02.00 WIB setiap malam minggu selama bulan Ramadan.
Akew juga menuturkan, konsep Bogor Balap Lari terbilang sederhana dan terbuka untuk umum. Tidak ada batasan usia bagi peserta.
“Aturannya cuma satu, siapa yang finish paling cepat, itu pemenangnya. Mau pakai sepatu boleh, tidak pakai sepatu boleh. Mau pakai jersey atau tidak, bebas,” kata Akew.
Ia menegaskan, KORMI tidak ingin membatasi kreativitas, melainkan hanya ingin membuat kegiatan masyarakat lebih tertib, rapi, dan terwadahi dengan baik.
Menurutnya, inisiatif ini juga merupakan keinginan Kapolres Bogor dan Bupati Bogor untuk melibatkan pelari-pelari dari seluruh kecamatan agar kegiatan olahraga semakin merata dan inklusif.
Turnamen ini akan digelar selama tiga kali malam minggu, yakni pada 28 Februari, 7 Maret, dan 14 Maret. Dua pekan pertama merupakan babak penyisihan, dengan masing-masing malam diambil 40 peserta terbaik. Total akan ada 80 finalis yang bertanding pada malam final, 14 Maret.
“Untuk final nanti hadiahnya insya Allah luar biasa. Tapi ini konsepnya fun, happy. Hadiah itu bonus. Yang penting kita bergembira berlari,” ungkap Akew.
“Seluruh peserta yang mengikuti lomba akan mendapatkan jersey atau kaos khusus sebagai kenang-kenangan,” lanjutnya.
Panitia juga menyiapkan ambulans serta fasilitas pendukung seperti toilet untuk memastikan keamanan dan kenyamanan peserta. Pengawasan selama lomba pun melibatkan unsur aparat dan masyarakat.
Akew optimistis, kegiatan ini akan berjalan kondusif karena mayoritas peserta adalah anak muda yang ingin mengisi Ramadan dengan kegiatan positif.
“Kita ingin Pakansari menjadi pusat olahraga, baik olahraga masyarakat maupun olahraga prestasi. Yang penting membawa nama baik Bogor secara positif,” tegasnya.
Ke depan, KORMI juga membuka peluang menjadikan ajang ini sebagai agenda rutin dengan konsep lanjutan seperti “King of Runner Pakansari Dash Run”.
“Jadi nanti kedepannya mungkin akan ada “King of Runner” Pakansari,” tutupnya.
Dengan semangat kebersamaan antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat, Bogor Balap Lari diharapkan menjadi ikon olahraga malam Ramadan yang sehat, tertib, dan penuh semangat kompetisi.
(Pandu)







