Cibinong, SuaraBotim.Com – Peringatan Hari Kanker Anak Sedunia di Kabupaten Bogor akan diramaikan dengan kegiatan fun run bertajuk KolaboRun 2026 yang digagas mahasiswa lokal.
Event olahraga inklusif ini dijadwalkan berlangsung di Lapangan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, pada Minggu (15/2/2026).
Mengangkat tema “Kolaborasikan Langkah untuk Ruang Inklusif”, KolaboRun 2026 menekankan nilai kebersamaan antara penyandang disabilitas, penyintas kanker, serta masyarakat umum dalam satu ruang olahraga yang setara dan terbuka.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan bahwa KolaboRun 2026 merupakan inisiatif komunitas anak muda bernama Kolaboraksi yang berdiri sejak Oktober 2024.
Menurut Ajat, kegiatan tersebut juga akan melibatkan sejumlah organisasi olahraga di Kabupaten Bogor.
“Kegiatan ini menjadi momentum bersatunya organisasi olahraga seperti KONI, KORMI, SOIna, NPCI, hingga PPDI,” ujar Ajat kepada wartawan, Sabtu (14/2/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan KolaboRun 2026 akan dimulai pukul 07.00 WIB dan bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Day (CFD) terakhir sebelum jeda dua bulan selama Ramadan.
“Acara ini berbarengan dengan CFD terakhir kita yang akan off selama dua bulan karena memasuki bulan puasa. Jadi ini menjadi CFD terakhir sebelum jeda,” jelasnya.
Untuk konsep acara, fun run dibagi dalam dua kategori jarak, yakni 1 kilometer untuk peserta inklusif dan 5 kilometer untuk peserta umum. Rute dimulai dari Lapangan Tegar Beriman hingga simpang CCM Cibinong.
Setelah kegiatan lari, acara dilanjutkan dengan sesi berbagi (sharing session) dalam rangka Hari Kanker Anak Sedunia bersama para penyintas kanker. Sesi ini akan dipandu dan diisi oleh para mahasiswa penggagas kegiatan.
Tak hanya itu, rangkaian acara juga akan dimeriahkan dengan hiburan yang terintegrasi dengan perayaan CFD terakhir di Cibinong.
Terkait anggaran, Ajat menegaskan, seluruh pembiayaan kegiatan menjadi tanggung jawab mahasiswa sebagai inisiator. Pemerintah Kabupaten Bogor memberikan dukungan dalam bentuk fasilitasi tempat dan koordinasi.
“Untuk anggaran teman-teman mahasiswa yang mengurus karena ini inisiatif mereka. Kami dari pemerintah mendukung dan menyiapkan tempat saja,” paparnya.
Ajat pun mengapresiasi, kolaborasi perdana antara mahasiswa dan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan event olahraga inklusif di Kabupaten Bogor.
“Ini baru pertama kali kolaborasi dengan mahasiswa di Kabupaten Bogor. Kami tentu sangat mendukung langkah positif ini,” pungkasnya.
(Pandu)







