SUARABOTIM.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak krisis air akibat musim kemarau di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor, Kamis (9/7/26).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani mengatakan, pendistribusian air bersih dilakukan setelah BPBD menerima laporan dari pemerintah desa terkait menurunnya debit sumber air akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.
“Intensitas hujan yang terus menurun menyebabkan sumber mata air dan sumur warga mengalami penurunan debit, sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari,” ujar Adam.
Pada hari yang sama, BPBD Kabupaten Bogor mendistribusikan total 20.000 liter air bersih atau empat ritase ke tiga kecamatan yang mengalami krisis air bersih, yakni Kecamatan Rumpin, Leuwisadeng, dan Nanggung.
“Di Kampung Leuwi Batu RT 05 RW 01, Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, BPBD menyalurkan 5.000 liter air bersih menggunakan kendaraan tangki Tangguh 7. Bantuan tersebut diberikan kepada 130 kepala keluarga (KK) atau 390 jiwa yang terdampak kekeringan,” jelasnya.
Berdasarkan hasil asesmen BPBD, berkurangnya intensitas hujan menyebabkan sumber air warga mengalami penurunan debit sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan air bersih setiap hari.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama aparatur desa dan perangkat RT/RW melakukan koordinasi, asesmen, serta pendistribusian air bersih selama sekitar tiga jam. Saat ini, kebutuhan air bersih masyarakat di lokasi tersebut telah terpenuhi untuk sementara.
Sementara itu, kata Adam, di Desa Sadeng Kolot, Kecamatan Leuwisadeng, bantuan air bersih disalurkan ke dua wilayah, yakni Kampung Sadeng Kolot RT 01-02 RW 08 dan Kampung Pabuaran RT 01-03 RW 09.
“Sebanyak 10.000 liter air bersih atau dua ritase didistribusikan menggunakan armada tangki Tangguh 4 dengan pengambilan air dari PDAM Tirta Kahuripan Cibungbulang,” katanya.
“Distribusi tersebut menjangkau 324 KK atau 1.192 jiwa, terdiri dari 187 KK (740 jiwa) di Kampung Pabuaran dan 137 KK (452 jiwa) di Kampung Sadeng Kolot,” sambungnya.
BPBD menyebut berkurangnya curah hujan dalam waktu yang cukup lama mengakibatkan debit mata air dan sumur warga menurun drastis sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tidak dapat terpenuhi secara optimal.
Selain itu, BPBD juga mengirimkan 5.000 liter air bersih ke Kampung Pabuaran Cidudut RT 01-05 RW 02, Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung.
“Bantuan tersebut diberikan kepada 243 KK atau 977 jiwa yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat menurunnya debit mata air. Distribusi dilakukan menggunakan kendaraan tangki Tangguh 4 dengan sumber air dari PDAM Tirta Kahuripan Cibungbulang,” terangnya.
TRC BPBD Kabupaten Bogor bersama aparatur Desa Hambaro melakukan koordinasi, asesmen, dan pendistribusian air selama kurang lebih tiga jam hingga kebutuhan dasar masyarakat untuk sementara dapat terpenuhi.
“Secara keseluruhan, pendistribusian air bersih pada Kamis (9/7/26) menjangkau 697 kepala keluarga atau 2.559 jiwa di tiga kecamatan dengan total volume air bersih mencapai 20.000 liter,” ungkapnya.
BPBD Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat yang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau untuk segera melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah desa atau BPBD agar bantuan dapat segera disalurkan sesuai kebutuhan.
(Pandu)







