Tuesday, September 29, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Hukum dan Kriminal

Polres Bogor Naikkan Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan ASN di Pemkab Bogor ke Tahap Penyidikan

by Ray
June 29, 2026
in Hukum dan Kriminal
0
Polres Bogor Naikkan Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan ASN di Pemkab Bogor ke Tahap Penyidikan
Share on FacebookShare on Twitter

SUARABOTIM.COM – Kepolisian Resor (Polres) Bogor resmi meningkatkan penanganan kasus dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

Peningkatan status perkara ini dilakukan setelah penyidik menemukan adanya dugaan tindak pidana berdasarkan hasil gelar perkara.

READ ALSO

Kepergok Hendak Curi Mesin Pompa Air, Seorang Pria Babak Belur di Wanaherang

‎Motor Dicuri Saat Berobat di Gunung Putri, Anak Korban Kejar Pencuri hingga Tertangkap

Kasus yang sebelumnya mencuat dari hasil audit investigasi Inspektorat Kabupaten Bogor tersebut kini memasuki babak baru.

Penyidik mulai mengumpulkan alat bukti dan mendalami keterlibatan pihak-pihak yang diduga menerima gratifikasi dalam praktik jual beli jabatan.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Anggi Eko Prasetyo mengatakan, selama proses penyelidikan tim telah melakukan serangkaian tindakan untuk mengumpulkan fakta-fakta sebelum akhirnya perkara dinaikkan ke tahap penyidikan.

“Beberapa waktu lalu kami telah menyampaikan bahwa persoalan ini masih dalam tahap penyelidikan. Setelah dilakukan serangkaian tindakan penyelidikan dan dilaksanakan gelar perkara atas hasil penyelidikan tersebut, didapati adanya dugaan tindak pidana,” ujar AKP Anggi, Senin (29/6/26).

Ia menjelaskan, berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh dalam proses penyelidikan, unsur dugaan tindak pidana dinilai telah terpenuhi sehingga perkara resmi ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Sejalan dengan peningkatan status perkara ini, kami juga telah menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri Bogor. Ke depan kami akan terus berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum agar penanganan perkara berjalan profesional, prosedural, dan sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Meski telah memasuki tahap penyidikan, AKP Anggi menegaskan, hingga saat ini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

Menurutnya, pada tahap penyidikan penyidik akan mulai melakukan pemanggilan, pemeriksaan saksi, serta mengumpulkan alat bukti untuk memenuhi unsur pembuktian sebelum menentukan pihak yang harus bertanggung jawab secara hukum.

“Saat ini kami baru masuk tahap penyidikan. Tim penyidik akan mengumpulkan alat bukti, melakukan pemanggilan dan pemeriksaan sehingga nantinya terpenuhi minimal dua alat bukti untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atas dugaan tindak pidana tersebut,” jelasnya.

Dalam gelar perkara yang dilaksanakan bersama Polda Jawa Barat, penyidik menyimpulkan bahwa perkara tersebut ditangani sebagai dugaan tindak pidana korupsi dengan modus operandi penerimaan gratifikasi.

“Penanganan perkara ini adalah dugaan tindak pidana korupsi dengan bentuk atau modus operandi penerimaan gratifikasi,” ungkap AKP Anggi.

Ia menambahkan, penyidik saat ini masih fokus mencari alat bukti yang diperlukan. Pada tahap penyelidikan sebelumnya, polisi hanya memastikan apakah laporan yang diterima memenuhi unsur pidana atau tidak.

“Setelah dilakukan penyelidikan dan gelar perkara, disimpulkan bahwa laporan yang disampaikan kepada kami merupakan dugaan tindak pidana sehingga ditingkatkan ke tahap penyidikan,” katanya.

AKP Anggi mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi terkait perkembangan kasus dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Bogor.

Ia menegaskan penyidik tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menghormati hak-hak seluruh pihak yang terlibat.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi. Tim terus bekerja secara profesional dan prosedural dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Perkembangan perkara akan kami sampaikan secara terbuka apabila sudah dapat dipublikasikan,” ujarnya.

Dalam proses penyelidikan sebelumnya, Polres Bogor telah meminta keterangan lebih dari 30 orang. AKP Anggi menjelaskan, para saksi tersebut akan kembali diperiksa pada tahap penyidikan karena prosesnya kini telah memasuki mekanisme pro justitia sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Pada tahap penyelidikan kemarin, jumlah yang dimintai keterangan secara spesifik lebih dari 30 orang. Di tahap penyidikan ini mereka akan diperiksa kembali karena prosesnya sudah bersifat pro justitia,” jelasnya.

Dalam perkara ini, penyidik menerapkan dugaan pelanggaran Pasal 12B juncto Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, yang mengatur mengenai tindak pidana gratifikasi.

(Pandu)

Tags: AKP AnggiJual Beli JabatanPemkab BogorPenyelidikanPolres Bogor

Related Posts

Kepergok Hendak Curi Mesin Pompa Air, Seorang Pria Babak Belur di Wanaherang
Hukum dan Kriminal

Kepergok Hendak Curi Mesin Pompa Air, Seorang Pria Babak Belur di Wanaherang

September 28, 2026
‎Motor Dicuri Saat Berobat di Gunung Putri, Anak Korban Kejar Pencuri hingga Tertangkap
Hukum dan Kriminal

‎Motor Dicuri Saat Berobat di Gunung Putri, Anak Korban Kejar Pencuri hingga Tertangkap

September 27, 2026
Motor Warga Dicuri, Polisi Tangkap Dua Pelaku Curanmor di Cileungsi
Hukum dan Kriminal

Motor Warga Dicuri, Polisi Tangkap Dua Pelaku Curanmor di Cileungsi

September 25, 2026
Polisi Ungkap Motif dan Penjualan Konten LGBT di Leuwiliang
Hukum dan Kriminal

Polisi Ungkap Motif dan Penjualan Konten LGBT di Leuwiliang

September 22, 2026
Polres Bogor Ringkus Dua Pria Pembuat Konten LGBT ‘A Day In My Life’ di Leuwiliang
Hukum dan Kriminal

Polres Bogor Ringkus Dua Pria Pembuat Konten LGBT ‘A Day In My Life’ di Leuwiliang

September 22, 2026
KPK Geledah Kantor Summarecon Usai Adrianto Pitojo Adhi Jadi Tersangka
Hukum dan Kriminal

KPK Geledah Kantor Summarecon Usai Adrianto Pitojo Adhi Jadi Tersangka

September 21, 2026
Next Post
‎Atasi Masalah Limbah, Solusi Bangun Indonesia dan Bank Sampah Sukses Kelola 9 Ton Sampah

‎Atasi Masalah Limbah, Solusi Bangun Indonesia dan Bank Sampah Sukses Kelola 9 Ton Sampah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Tak Tercatat Dalam SIMAK BMN, KPK Bidik 13 Rumah Dinas Lapas Cibinong
  • Kepergok Hendak Curi Mesin Pompa Air, Seorang Pria Babak Belur di Wanaherang
  • Nobar Timnas Indonesia vs Malaysia di Cibinong, Polisi Imbau Suporter Nobar Tetap Tertib dan Sportif
  • Kebakaran Hebat Landa SD di Tajur Citeureup, Ruang Kelas dan Gudang Buku Hangus Dilalap Si Jago Merah
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?