Gunung Putri, SuaraBotim.Com – Turnamen sepak bola usia dini se-Jawa Barat bertajuk Posilet Cup 2025 sukses digelar selama dua hari di Lapangan PT IPI, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Acara yang diselenggarakan oleh Acank Suryana ini tak hanya menjadi ajang pencarian bibit-bibit muda berbakat di dunia sepak bola, tetapi juga membawa dampak positif bagi pelaku UMKM lokal.
Event ini diikuti oleh tim-tim dari kategori usia kelahiran 2014 dan 2016. Selain dipadati oleh antusiasme para pemain dan penonton, turnamen ini menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang kaki lima yang menjajakan dagangannya di sekitar lokasi.
Salah satu pedagang, Nuryah, warga Bintaro, Tangerang, mengaku bersyukur dengan adanya acara ini. Ia menjajakan kopi, minuman dingin, sosis, kentang goreng, dan aneka gorengan lainnya.
“Bagus banget acara ini, memajukan fasilitas UMKM, apalagi nggak dipungut biaya sama sekali. Saya jualan dari hari pertama, bahkan nginep dari kemarin. Alhamdulillah jualan saya laris banget, penghasilannya sampai jutaan rupiah. Saya tahu informasi ini dari ketua panitia, Bang Septian,” ujarnya dengan wajah sumringah.
Diketahui, Nuryah sudah berjualan cukup lama. Dirinya berjualan di berbagai event sejak tahun 2008 hingga saat ini.
“Semoga Bos Acank makin berkah, tambah maju lagi. Acara seperti ini sangat berkah buat kami para pedagang kecil,” ungkapnya.
Sementara itu, penyelenggara acara, Acank Suryana mengatakan, bahwa tujuan utama dari Posilet Cup bukan hanya sekadar kompetisi olahraga.
“Kami ingin menciptakan wadah yang positif untuk anak-anak muda agar bisa menyalurkan bakat sepak bola mereka. Tapi yang lebih penting lagi, kami ingin event ini memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar, termasuk pelaku UMKM,” jelasnya.
Acank menuturkan, event tersebut juga dibuat salahsatunya untuk membantu ekonomi UMKM lokal.
“Inilah bentuk kontribusi kecil kami untuk membangun ekonomi kerakyatan dari bawah, lewat olahraga,” tutupnya.
Dengan konsep yang menggabungkan sport dan pemberdayaan ekonomi, Posilet Cup 2025 menjadi contoh nyata bagaimana sebuah turnamen lokal bisa memberikan efek domino yang besar, tidak hanya dalam mencetak atlet masa depan, tapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
(Pandu)







