SUARABOTIM.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor meresmikan kembali Puskesmas Citeureup yang telah selesai direvitalisasi setelah sempat mengalami kebakaran hebat pada akhir 2024.
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, pada Senin (27/7/2026), bersamaan dengan peresmian empat puskesmas di wilayah Kabupaten Bogor.
Puskesmas Citeureup yang kini mengusung nama Puskesmas Mangkuhulur dibangun melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PT Intra Golfling Resort Tbkdengan nilai sekitar Rp2,4 miliar.
Rudy Susmanto mengatakan, peresmian tersebut menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mempercepat pembangunan fasilitas publik, khususnya di sektor kesehatan.
“Alhamdulillah hari ini kita meresmikan empat puskesmas di Kabupaten Bogor dan salah satunya adalah Puskesmas Mangkuhulur. Kita semua mengetahui bahwa pada akhir tahun 2024 puskesmas ini mengalami kebakaran hebat. Berkat kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bogor dengan PT Intra Golfling Resort Tbk, hari ini puskesmas ini dapat kembali dioperasikan,” ujar Rudy.
Menurutnya, Kabupaten Bogor sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia memiliki tantangan pembangunan yang sangat besar sehingga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
“Membangun Bogor tidak bisa dilakukan sendirian. Berkat sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha, satu per satu infrastruktur dapat diselesaikan. Kami berharap ini menjadi momentum untuk mengajak perusahaan-perusahaan lain berkolaborasi membangun infrastruktur kesehatan, pendidikan, jalan, hingga pengembangan sumber daya manusia,” jelasnya.
Rudy menegaskan, seluruh proses pembangunan gedung dilakukan langsung oleh pihak perusahaan melalui dana CSR. Pemkab Bogor hanya menerima hasil pembangunan tersebut sebagai fasilitas pelayanan masyarakat.
“Bangunan ini sudah jauh lebih baik dibandingkan kondisi sebelumnya. Namun yang paling penting bukan hanya bangunannya, melainkan pelayanan dari kepala puskesmas, dokter, bidan, dan perawat. Itulah yang akan selalu dikenang masyarakat, yakni pelayanan yang baik, ramah, bersih, dan berkualitas,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan, bantuan CSR saat ini masih difokuskan pada pembangunan gedung. Sementara untuk kelengkapan fasilitas kesehatan akan dipenuhi secara bertahap melalui kolaborasi lanjutan.
“Sementara baru gedung. Beberapa perlengkapan memang sudah ada, tetapi belum seluruhnya. Mudah-mudahan ke depan bisa kita lengkapi bersama-sama,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Rudy turut menjelaskan makna nama Mangkuhulur yang disematkan pada Puskesmas Citeureup.
Menurutnya, kata Mangku memiliki makna mengangkat atau menggendong, sedangkan Luhur berarti budi pekerti yang baik.
“Mudah-mudahan siapa pun yang berada di tempat ini diberikan keberkahan oleh Allah SWT dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ucap Rudy.
Ia berharap revitalisasi Puskesmas Citeureup dapat menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam membangun Kabupaten Bogor.
“Ini menjadi fondasi yang baik sekaligus percontohan bagi seluruh dunia usaha di Kabupaten Bogor agar bersama-sama membangun daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Mediawaty, menjelaskan bahwa Puskesmas Mangkuhulur akan melayani pasien dengan kondisi yang masih dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Pasien dengan keluhan seperti demam ringan, demam berdarah ringan, muntaber, hingga muntah-muntah masih dapat menjalani perawatan di puskesmas.
“Kalau pasien memerlukan perawatan lebih lanjut, akan dilakukan stabilisasi terlebih dahulu di sini, kemudian dirujuk ke rumah sakit,” kata Fusia.
Ia menambahkan, saat ini puskesmas telah memiliki 12 tempat tidur untuk layanan rawat inap. Namun, layanan rawat inap BPJS masih menunggu proses rekredensial dan ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026.
“Setelah kebakaran, pelayanan hanya rawat jalan. Sekarang kembali menjadi puskesmas rawat inap. Insya Allah layanan rawat inap BPJS mulai aktif pada Agustus setelah proses rekredensial selesai,” jelasnya.
Meski demikian, Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Puskesmas Mangkuhulur telah beroperasi selama 24 jam, sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh pelayanan kesehatan darurat kapan saja.
“Karena sebelumnya memang berstatus puskesmas rawat inap, kebutuhan sarana dan prasarana tambahan tidak terlalu banyak sehingga pelayanan dapat segera berjalan optimal bagi masyarakat Citeureup dan sekitarnya,” tutup Fusia.
(Pandu)






