Rumpin, SuaraBotim.Com – Sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) 03 Sukasari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, menjadi sasaran pencurian pada Jumat (9/1/2026) malam.
Akibat dari kejadian tersebut, pihak sekolah mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.
Kapolsek Rumpin, Kompol Suyoko, menjelaskan bahwa peristiwa pencurian tersebut diperkirakan terjadi pada Jumat malam sekitar pukul 21.00 WIB hingga Sabtu (10/1/2026) pukul 06.00 WIB.
“Perkiraan kejadian pencurian terjadi pada Jumat malam antara pukul 21.00 WIB sampai dengan Sabtu pagi pukul 06.00 WIB,” ujar Kompol Suyoko kepada SuaraBotim.Com, Sabtu (10/1/2026).
Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh Suparta, petugas kebersihan SDN 03 Sukasari yang berlokasi di Kampung Lame, RT 04 RW 04, Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.
“Pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 WIB, Suparta seperti biasa melakukan rutinitas membersihkan ruang guru,” ungkapnya.
Namun, saat memasuki ruang guru, ia mendapati kipas angin yang terpasang di dinding sudah tidak ada.
Curiga dengan kondisi tersebut, lanjut Kompol Suyoko, Suparta kemudian memeriksa ruangan belakang dan mendapati lemari dalam kondisi bergeser serta jendela terbuka.
“Mengetahui adanya kejanggalan, Suparta segera memberitahukan kejadian tersebut kepada Eruk, seorang guru yang rumahnya paling dekat dengan lokasi sekolah,” jelasnya.
Lalu, keduanya kemudian melakukan pengecekan lebih lanjut dan mendapati satu unit proyektor yang disimpan di dalam lemari juga telah hilang.
“Atas kejadian tersebut, pelapor kemudian melaporkan ke Polsek Rumpin untuk dilakukan penanganan lebih lanjut,” jelas Kompol Suyoko.
Adapun barang-barang yang hilang dalam aksi pencurian tersebut antara lain satu unit proyektor merek Epson EB-500 XGA 3LCD warna putih dan satu unit kipas angin tempel dinding merek Tornado ukuran 20 inci berwarna hitam dengan baling-baling biru. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp9 juta.
Saat ini, pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah penanganan, di antaranya mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mencari dan memeriksa saksi-saksi, mendokumentasikan TKP, membuat laporan polisi, serta melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan.
Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus pencurian dilingkungan sekolah tersebut dengan memeriksa saksi-saksi.
“(Jumlah pelaku?) Dalam Lidik,” tutupnya.
(Pandu)







