SUARABOTIM.COM – Rumah mewah yang diduga milik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah di Perumahan Sentul City, Cluster Mediteranian, Jalan Parahyangan Golf II Nomor II, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, tampak lengang, Kamis (9/7/2026).
Pantauan SuaraBotim.Com di lokasi, rumah dua lantai bernomor dua tersebut masih dipasangi garis polisi (police line) yang membentang mengelilingi area rumah usai dilakukan penggeledahan oleh tim gabungan kepolisian.
Seluruh pintu dan jendela rumah terlihat tertutup rapat. Tidak tampak adanya aktivitas di dalam maupun di halaman rumah tersebut.
Meski demikian, arus lalu lintas di depan rumah tetap berjalan normal. Kendaraan roda dua maupun roda empat milik warga terlihat lalulalang melintasi kawasan perumahan tersebut sambil melihat kerumah mewah itu.
Salah seorang warga sekitar berinisial S (30) mengaku rumah tersebut memang telah lama dihuni oleh Febrie Adriansyah. Menurutnya, rumah itu bukan merupakan rumah sewaan, melainkan milik pribadi.
“Sebelum saya di sini, ini rumah udah diisi. Saya aja di sini udah 5 tahun,” ujar S kepada wartawan, Kamis (9/7/26).
Ia mengatakan, selama ini rumah tersebut hanya dijaga oleh seorang pekerja sehingga kondisi lingkungan sekitar memang cenderung sepi.
“Yang jelas rumah ini ada yang nungguin, pekerjanya, tapi sekarang ga ada,” katanya.
Menurut S, rumah yang kini dipasangi garis polisi itu memang merupakan kediaman pribadi Febrie Adriansyah.
“Ini bener rumah Pak Febrie, bukan sewa, ini rumah pribadi,” ucapnya.
Ia juga menyebut suasana rumah tersebut memang tidak pernah ramai meski dalam kondisi normal.
“Setiap hari emang sepi, paling penjaganya,” ungkapnya.
S mengaku pada dua hari lalu, garis polisi belum terpasang di lokasi. Ia baru mengetahui adanya pemasangan police line setelah dilakukan penggeledahan oleh aparat kepolisian.
“Pas hari Selasa police line belum ada,” tuturnya.
Selain itu, ia mengaku terakhir kali melihat Febrie Adriansyah datang ke rumah tersebut sekitar tiga bulan lalu.
“Terakhir Pak Febrie ke sini sekitar tiga bulan lalu,” pungkasnya.
(Pandu)







