Gunung Putri, SuaraBotim.Com – Ketua Umum PSSI Askab Bogor, H. Iswahyudi, menyambut positif rencana Karang Taruna Desa Tlajung Udik yang ingin menggelar turnamen sepak bola untuk usia dini.
Ia menegaskan, bahwa pembinaan usia dini merupakan langkah strategis yang sejalan dengan program jangka panjang Askab Bogor dalam mencari bibit-bibit unggul lokal.
“Kalau Karang Taruna Desa Tlajung Udik mau buat turnamen usia dini, itu yang saya harapkan. Karena pembinaan usia dini memang menjadi fokus utama Askab. Kita butuh bibit dari usia 9 tahun hingga nanti ke usia 17 tahun,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Minggu (20/7/25).
Lebih lanjut, Iswahyudi mengungkapkan, bahwa Askab Bogor akan menggelar Bogor Junior League mulai 3 Agustus mendatang.
Liga ini merupakan bagian dari program seleksi pembentukan Akademi Kabupaten Bogor, sebuah proyek yang digagas langsung oleh Kadispora dan Bupati Bogor, untuk mengembangkan pemain dari tingkat grassroot hingga youthz
“Nanti akan kita lakukan seleksi untuk dua kelompok usia, yakni 9–14 tahun (grassroot) dan 14–17 tahun (youth). Anak-anak yang lolos akan menjadi bagian dari ‘Timnas Kabupaten Bogor’,” ungkapnya.
Iswahyudi juga menyampaikan, rencananya untuk membentuk akademi yang berstandar nasional. Ia ingin menunjuk direktur teknik (Dirtek) dari pusat agar pembinaan lebih terstruktur dan terkoneksi langsung dengan PSSI pusat.
“Kalau kita bisa link ke pusat, anak-anak yang bagus bisa langsung terpantau. Tujuannya, saat mereka masuk usia 15–16 tahun dan ada seleksi Timnas U-16, mereka sudah siap bersaing dan tidak tertinggal,” jelasnya.
Ia menyoroti kondisi saat ini di mana banyak pemain muda potensial asal Bogor justru pindah ke daerah lain seperti DKI Jakarta atau Bandung karena kurangnya wadah pembinaan lokal.
“Saya ingin pemain yang dibina itu benar-benar asli Kabupaten Bogor, bukan dari luar. Harus dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Jangan sampai kita hanya jadi penonton di pentas nasional,” tegas Iswahyudi.
Selain itu, Sekjen Karang Taruna Desa Tlajung Udik, Irdam Pratama menuturkan, bahwa pihaknya akan menggelar rapat lanjutan untuk memastikan acara tersebut.
“Tapi belum final, turnamennya untuk kelompok umur atau engga, nanti Karang Taruna Desa Tlajung Udik rapat kembali pada awal Agustus. Yang dibahas soal antara kelompok umur atau usia bebas,” tutup dia.
Dengan adanya sinergi antara Askab Bogor, Karang Taruna, dan pemerintah daerah, diharapkan Kabupaten Bogor mampu mencetak generasi pesepakbola berprestasi yang berasal dari pembinaan lokal sejak usia dini.
(Pandu)







