Suarabotim.com _ Lembaga Study Visi Nusantara (Ls-Vinus) kembali merilis hasil survey setelah pendaftaran dan sudah menentukan pasangan Calon Walikota dan w
Wakil Walikota Bogor. Kamis (12/9/24).
Dari hasil survey Ls-Vinus, elektabilitas lima pasangan calon tertinggi ditempati oleh Dedie Rachim – Jenal Muttaqin dengan angka 44,38%, disusul pasangan Sendi Ferdiansyah – Melly Darsah dengan perolehan angka 20,38%, diposisi ketiga ditempati Raendy Rayendraangka – Eka Maulana dengan angka 17,75%, nomor empat ada Atang Trisnanto – Annida Alivia dengan elektabilitas angka 4,25%, terakhir posisi ke-lima ada Rena Da Frina – Ahmad Teddy Risandy dengan elektabilitas 3,25%. Adapun yang belum menentukan pilihan 8,25%, dan yang tidak menentukan pilihan sebanyak 1,74%.
Adapun alasan masyarakat kabupa bogor memilih pasangan calon dilihat dari beberapa sisi, namun yang paling tertinggi ialah popularitas pasangan calon walikota dan calon walikota Bogor dengan angka 63,93%.
Sementara, Yusfitriadi founder Ls-Vinus mengatakan, pada hasil survey ini tidak hanya memotret urusan elektabilitas tetapi juga ada instrumen – instrumen baru yang menggambarkan prilaku – prilaku pemilu.
” Yang pertama terkait dengan konsistensi pemilih, apakah masyarakat Kota Bogor akan konsisten dengan pilihannya?. Kita sedang menggambarkan berapa kira – kira presentase Strong Forter pemilih yang konsisten yang tidak goyah dan Swift Forter yang mudah berubah. Begitupun ada instrumen ketika dia akan merubah pilihannya faktor apa yang menjadi penyebabnya,” Kata Yusfitriadi kepada Aktualita.co.id, Kamis (12/09/24).
Ia menjelaskan ada beberapa penyebab alasan masyarakat mengubah pilihannya diantaranya ialah Kasus Korupsi 41,81%, kemudian kasus hukum 23,73%, ketiga komunikasi 12,98%, keempat popularitas 9,88%, diberi uang 8,76%, ikut pihak lain 2,54%.
Kemudian, lanjut kang yus, ada pula penyebab masyarakat yang kuat dengan pilihannya dan tidak berubah diantaranya komunikasi dengan angka 49,60%, sangat kenal paslon 11,75%, kepribadian 9,90%, sudah diberi program 2,61%, sudah kontrak program 2,61%, sudah diberi uang 1,44%, dan tidak ada alasan 22,09%.
“Ini diberikan gambaran bahwa masyarakat kota bogor adalah pemilih yang bersifat Strong yang kuat adapun pemilih yang bersifat Swift yang mudah bisa merubah pilhan dengan berbagai macam faktor. Menurut saya pasca penetapan pasangan dari lima pasangan calon yang konsisten hanya satu figur yaitu Dedie Rachim, dan yang lain itu tidak konsisten karena setelah mereka berpasangan justru elektabilitasnya turun sangat drastis,” bebernya.
“Dan tingkat konsistensi pilihan pasangan calon walikota dan wakil walikota bogor pilihan masyarakat yang akan mengubah pilihannya sebanyak 44,25%, dan yang tidak berubah sebanyak 47,88%, dan yang tidak tahu berubah atau tidak diangka 7,75%,” tambahnya.
Dilain sisi, kata dia,tingkat antusias warga masyarakat Kota Bogor sangat tinggi untuk datang ke TPS dengan angka 98,38%, dan yang tidak akan datang sebanyak 1,62%.
“Sementara tingkat pengetahuan masyarakat Kota Bogor terkait pelaksanaan pilkada 2024 masih banyak yang belum mengetahui diangka 60,63%, dan yang mengetahui hanya 39,37%,” terangnya.
Perlu diketahui, pengambilan hasil survei menggunakan metode Cluster Random Sampling dengan teori slovin dengan 800 responden dengan instrumen tertutup dan teknik wawancara langsung bertatap muka dengan waktu dari 4 sampai 8 September 2024.
**rezza





