SUARABOTIM.COM – Polsek Rumpin berhasil mengungkap kasus peredaran obat keras terlarang di wilayah Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, pada Rabu (15/4/2026) sore.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan dua orang pelaku beserta ratusan butir obat ilegal siap edar.
Kapolsek Rumpin, Kompol Suyoko mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas peredaran obat keras di lingkungan mereka.
“Berdasarkan informasi dari warga, anggota langsung melakukan penyelidikan dan mendatangi lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi,” ujar Kompol Suyoko, Kamis (16/4/26).
Kompol Suyoko menjelaskan, peristiwa penangkapan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di Kampung Gobang RT 02/01, Desa Gobang.
Petugas yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Rumpin menemukan dua pria tengah melakukan transaksi obat keras terlarang di sebuah saung empang lele di wilayah Kampung Cilutung.
“Kedua pelaku yang diamankan yakni Muhamad Ridwan alias Wawang (29) dan Lutfi (30), keduanya merupakan warga setempat dan berprofesi sebagai wiraswasta,” terangnya.
Saat dilakukan penggeledahan di lokasi, polisi menemukan barang bukti berupa enam butir tramadol dan sembilan butir Hexymer yang disimpan di kantong celana pelaku, serta uang tunai sebesar Rp620 ribu yang diduga hasil penjualan.
Petugas kemudian melakukan pengembangan ke rumah salah satu pelaku. Dari hasil penggeledahan lanjutan, ditemukan tambahan ratusan butir obat keras terlarang yang disimpan di dalam kamar.
“Total barang bukti yang berhasil diamankan yaitu 247 butir tramadol dan 24 butir Hexymer, serta dua unit telepon genggam yang digunakan untuk transaksi,” jelasnya.
Selain itu, polisi juga menyita dua unit ponsel masing-masing merek Vivo Y17 dan Redmi 9A yang diduga digunakan sebagai sarana komunikasi dalam peredaran obat tersebut.
Saat ini, kedua pelaku telah diamankan dan diserahkan ke Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor untuk proses hukum lebih lanjut.
Polisi mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif melaporkan segala bentuk tindak kejahatan, khususnya peredaran obat-obatan terlarang yang dapat merusak generasi muda.
“Selama kegiatan berlangsung, situasi aman dan kondusif,” tutup Kompol Suyoko.
(Pandu)







