Cileungsi, SuaraBotim.Com – Tawuran antar dua kelompok remaja kembali terjadi di Desa Mampir, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jumat (7/3/25) dini hari.
Kejadian tersebut berlangsung singkat dan langsung dibubarkan oleh warga serta aparat keamanan setempat.
Kapolsek Cileungsi Kompol Edison mengonfirmasi, bahwa insiden tawuran tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini.
“Itu tawuran di daerah Mampir, alhamdulillah tidak ada korban, sudah dibubarkan semalam,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat Whatsapp.
Menurutnya, kedua kelompok remaja yang terlibat tawuran langsung melarikan diri saat patroli kepolisian tiba di lokasi. Hingga kini, identitas mereka masih belum diketahui.
Dugaan sementara, aksi tawuran ini sudah direncanakan sebelumnya melalui media sosial, khususnya Instagram. Lokasi pertemuan yang disepakati berada di sekitar pom bensin Mekarsari.
“Kami sedang memeriksa Instagram karena ada dugaan mereka sudah janjian terlebih dahulu. Biasanya mereka berkomunikasi melalui DM grup tongkrongan,” jelasnya.
“Pola tawuran remaja saat ini banyak dipengaruhi oleh interaksi di media sosial. Para pelaku sering mengatur pertemuan secara melalui hp tanpa sepengetahuan orang tua,” tambahnya.
Kompol Edison menekankan, bahwa pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka, terutama terkait penggunaan ponsel.
“Saya menghimbau kepada para orang tua, karena ini masalah ponsel. Mereka tidak tahu anaknya sedang bermain ponsel dan berkomunikasi untuk janjian tawuran,” tegasnya.
Ia juga mengajak tokoh masyarakat dan lingkungan, seperti RT dan RW, untuk lebih aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian jika ada indikasi konvoi atau pergerakan mencurigakan.
“Peran warga sangat penting, khususnya warga yang membangunkan sahur dan yang sedang ronda” ungkapnya.
Sebelumnya, polsek cileungsi berhasil mengamankan dua remaja yang diduga terlibat dalam aksi tawuran. Keduanya telah dikembalikan kepada orang tua masing-masing karena baru terdapat indikasi.
“Saat ini kami masih memeriksa ponsel mereka untuk mengetahui grup dan anggota yang terlibat. Masuk ke dalam grup ini cukup sulit, tapi kami sedang mempelajari caranya,” terangnya.
Sementara, dalam unggahan akun sosial @infocileungsikita terlihat dua kelompok remaja saling serang.
“Dua kelompok remaja saling serang di Jalan Raya Mampir dekat Griya Cileungsi 1 pada Jum’at dini hari sekitar pukul 01:48 WIB (07/03),” tulisnya dalam unggahan instagram.
(Pandu)







