SUARABOTIM.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berencana membangun Balai Kesejahteraan Sosial (BKS) baru di wilayah Pondok Rajeg sebagai upaya meningkatkan pelayanan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), tunawisma, lanjut usia (jompo), hingga penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, saat ini pelayanan kesehatan jiwa bagi warga Kabupaten Bogor masih banyak mengandalkan Rumah Sakit Marzoeki Mahdi yang berada di Kota Bogor. Namun, Pemkab Bogor juga telah memiliki Balai Kesejahteraan Sosial di Kecamatan Citeureup yang terus dikembangkan.
“Untuk rumah sakit khusus ODGJ memang saat ini lokasinya berada di Kota Bogor, yaitu Rumah Sakit Marzoeki Mahdi. Namun Pemerintah Kabupaten Bogor juga memiliki Balai Kesejahteraan Sosial, ditambah fasilitas milik Kementerian Sosial yang berada di wilayah perbatasan Sukaraja,” ujar Rudy kepada SuaraBotim.Com, Minggu (5/7/26).
Ia menjelaskan, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor telah menyusun rencana pembangunan Balai Kesejahteraan Sosial baru dengan lahan yang lebih luas di kawasan Pondok Rajeg. Saat ini proyek tersebut masih berada pada tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED).
“Yang di Pondok Rajeg saat ini baru tahap perencanaan DED. Nantinya tidak hanya difokuskan untuk ODGJ, tetapi juga melayani tunawisma, lanjut usia, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan layanan sosial lainnya,” jelasnya.
Terlebih, Rudy juga menegaskan, tingginya jumlah ODGJ di Kabupaten Bogor harus dilihat secara proporsional dengan jumlah penduduk yang juga terbesar di Indonesia. Menurutnya, angka tersebut tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan daerah lain tanpa melihat jumlah populasi.
Ia menyebutkan, jumlah ODGJ di Kabupaten Bogor diperkirakan mencapai sekitar 60 ribu orang, sedangkan di Kota Bogor sekitar 30 ribu orang. Sementara itu, jumlah penduduk Kabupaten Bogor telah mencapai sekitar 6,19 juta jiwa, jauh lebih besar dibandingkan Kota Bogor yang memiliki sekitar 1,2 juta penduduk.
“Kalau berbicara angka, Kabupaten Bogor hampir pasti menjadi yang tertinggi karena jumlah penduduknya juga paling besar. Yang terpenting bagi pemerintah adalah memastikan seluruh masyarakat tetap mendapatkan pelayanan,” katanya.
Selain membangun fasilitas baru, Pemkab Bogor juga terus meningkatkan kualitas Balai Kesejahteraan Sosial yang berada di Kecamatan Citeureup. Menurut Rudy, berbagai fasilitas di lokasi tersebut kini telah mengalami perbaikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Ia mengatakan, selain pembangunan infrastruktur, Balai Kesejahteraan Sosial Citeureup kini telah dilengkapi sekolah bagi penyandang disabilitas serta klinik kesehatan yang beroperasi selama 24 jam.
“Sehingga ODGJ, tunawisma, maupun anak yang berhadapan dengan hukum bisa mendapatkan pelayanan kesehatan selama 24 jam,” ungkap Rudy.
Di sisi lain, Rudy menyampaikan, Pemkab Bogor terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dalam pembangunan berbagai sektor. Menurutnya, sejumlah program nasional telah berjalan di Kabupaten Bogor, mulai dari pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Jasinga hingga program peningkatan infrastruktur jalan melalui Instruksi Presiden (Inpres).
Politisi Gerindra itu juga mengungkapkan, pada 2027 pemerintah pusat akan kembali membangun beberapa ruas jalan baru di Kabupaten Bogor.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dengan kolaborasi yang baik, beban pembiayaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bogor menjadi lebih ringan sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan,” pungkasnya.
(Pandu)







