SuaraBotim.Com — Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor resmi bertransformasi menjadi Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan. Selain perubahan nama, status kelembagaan instansi ini juga meningkat dari Tipe B menjadi Tipe A.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menjelaskan bahwa perubahan nomenklatur ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan masyarakat secara menyeluruh.
“Kini tidak hanya fokus pada pemadaman api, tetapi juga aspek keselamatan secara luas. Pergantian ini bertujuan meningkatkan pelayanan perlindungan masyarakat secara maksimal,” ujar Yudi kepada SuaraBotim.Com, Kamis (8/1/2026).
Sebagai bagian dari penguatan, dinas melakukan penataan ulang 410 personel yang tersebar di 12 sektor. Menariknya, dari total personel tersebut, 107 di antaranya kini merupakan spesialis rescue dan keselamatan.
Target Response Time di Bawah 15 Menit Yudi menegaskan, prioritas utama di tahun 2026 adalah pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya kecepatan waktu tanggap (response time). “Target kami adalah memastikan response time di bawah 15 menit dapat tercapai di seluruh wilayah Kabupaten Bogor,” tegasnya.
Tren Perubahan Kasus: Kebakaran Turun, Penyelamatan Naik Berdasarkan data, kasus kebakaran di Kabupaten Bogor menurun dari 481 kasus (2024) menjadi 287 kasus (2025). Sebaliknya, kasus penyelamatan (seperti evakuasi sarang tawon, ular, hingga kecelakaan) melonjak tajam dari 1.200 menjadi 1.800 kasus.
“Ini menandakan masyarakat semakin percaya dan mengenal peran Damkar dalam menangani berbagai kondisi darurat,” tambahnya.
Kendala Wilayah Luas dan Rencana Sektor Baru Meski sudah bertipe A, Yudi mengakui jumlah 12 sektor saat ini masih jauh dari ideal. Wilayah Kabupaten Bogor yang luas membutuhkan minimal 20 sektor dengan dukungan 600 hingga 1.000 personel.
Untuk menutupi celah tersebut, pihaknya berencana menggandeng pengembang perumahan besar untuk penempatan sektor baru, seperti di Podomoro dan Tenjo (Barat), Summarecon (Selatan), serta Citra Indah (Timur).
“Kami terus berkoordinasi dengan kementerian terkait penambahan personel agar seluruh kecamatan terakomodasi dengan optimal,” pungkas Yudi.
(Retza)







