Sukamakmur, SuaraBotim.Com – Forum Pusat Kegiatan Gugus (PKG) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Bogor, menyalurkan bantuan kepada anak-anak yang terdampak bencana alam di Kampung Pangupukan, Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Sabtu (8/3/25).
Ketua PKG PAUD Kabupaten Bogor, Hj. Nunur Nurhasdian menyampaikan, bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian dari seluruh Ketua PKG se-Kabupaten Bogor.

“Alhamdulillah, kami bersama ketua dan pengurus forum PKG se-Kabupaten Bogor turut berkontribusi. Semoga bantuan ini, meskipun seadanya, bisa bermanfaat bagi warga di sini,” ujar Hj Nunur yang juga anggota komisi IV DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKB kepada SuaraBotim.Com.
Tidak hanya di Sukamakmur, Forum PKG PAUD juga telah mengagendakan bantuan untuk wilayah lain yang terdampak bencana, seperti Cisarua dan Klapanunggal.
Hj Nunur juga berharap, agar pemerintah daerah segera bertindak dan memberikan solusi atas kondisi pasca-bencana yang memprihatinkan, terutama bagi anak-anak.
“Setelah kami tinjau, kondisi di bawah sangat mengkhawatirkan. Hingga saat ini, belum ada posko kesehatan maupun dapur umum. Kami berharap pemerintah daerah segera membangun fasilitas tersebut,” ungkapnya.
Hj Nunur menuturkan, bahwa saat ini intensitas curah hujan yang masih tinggi dapat memperburuk situasi, termasuk munculnya penyakit akibat lingkungan yang kurang sehat.
“Oleh karena itu, saya berharap pemerintah segera menyediakan posko kesehatan, dapur umum, dan hunian sementara untuk warga terdampak,” tuturnya.
Sementara itu, Ahmad (53), salah satu warga Desa Sukamakmur, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan oleh PKG Kabupaten Bogor.
“Semoga para donatur mendapatkan balasan pahala yang berlipat ganda,” tuturnya.
Namun, ia juga menyoroti kondisi pendidikan anak-anak yang terdampak bencana. Banyak alat pendidikan, seperti alat tulis, seragam sekolah, dan perlengkapan lainnya, yang belum terselamatkan akibat bencana. Hingga saat ini, bantuan yang diterima baru sebatas kebutuhan logistik.
“Kami sangat berharap adanya bantuan alat pendidikan karena semuanya tertinggal dan tidak bisa diambil akibat bencana,” ucapnya.
“Saya mengkhawatir potensi longsor susulan mengingat curah hujan yang masih tinggi, saya berharap ada perhatian lebih dari pemerintah untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar khususnya anak-anak,” tutupnya.
(pandu)







