Cibinong, SuaraBotim.Com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor mencatat kinerja signifikan sepanjang Januari hingga Desember 2025.
Laporan kinerja tahunan menunjukkan penyerapan anggaran tinggi, penanganan ribuan perkara pidana, serta kontribusi nyata dalam penyelamatan dan pemulihan keuangan negara.
Pada Tahun Anggaran 2025, Kejari Kabupaten Bogor mengelola pagu anggaran sebesar Rp20.699.669.000. Hingga akhir tahun, realisasi anggaran mencapai Rp20.339.750.847 atau setara 98,26 persen. Capaian ini menunjukkan efektivitas perencanaan dan pelaksanaan program kerja di seluruh bidang.
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Denny Achmad, menyatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja jajaran kejaksaan dalam menjalankan fungsi penegakan hukum dan pelayanan publik secara konsisten sepanjang 2025.
“Dari sisi penegakan hukum pidana umum, Kejari Kabupaten Bogor menangani total 1.414 perkara sejak tahap awal (SPDP). Sebanyak 932 perkara masuk tahap I, 778 perkara dinyatakan lengkap (P-21), dan 736 perkara telah sampai pada tahap penuntutan, putusan, serta eksekusi,” paparnya kepada SuaraBotim.Com, Rabu (31/12/2025).
“Selain itu, pendekatan restorative justice diterapkan terhadap enam perkara. Pendapatan negara dari denda tilang selama 2025 tercatat sebesar Rp405.414.000.,” lanjutnya.
Pada Bidang Tindak Pidana Khusus, lanjut Denny Achmad, pihaknya menangani perkara korupsi dan tindak pidana khusus lainnya. Tercatat empat perkara korupsi pada tahap penyidikan dan penuntutan, serta tiga perkara telah dieksekusi.
Sementara itu, penuntutan tindak pidana khusus lainnya mencapai tujuh perkara, terdiri dari enam perkara cukai dan satu perkara pajak.
“Kontribusi terbesar dalam penyelamatan keuangan negara berasal dari Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun). Sepanjang 2025, Datun memberikan pendampingan dan pelayanan hukum kepada instansi pemerintah dan BUMD melalui 170 kegiatan pendampingan hukum, 28 pelayanan hukum, serta 2.362 kegiatan non-litigasi,” tuturnya.
Dari kegiatan tersebut, Kejari Kabupaten Bogor berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp20 miliar dan memulihkan kerugian negara senilai Rp73,12 miliar.
Sementara itu, Bidang Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) mencatat pengelolaan dan pemulihan aset negara dengan total nilai Rp899.974.800.
“Nilai tersebut berasal dari 115 item barang rampasan, lelang eksekusi, penjualan langsung, setoran tunai, dan uang pengganti,” katanya.
Di Bidang Pembinaan, kata dia, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp1.721.870.282 atau 94,5 persen dari target Rp1.820.500.000.
“Selain pengelolaan anggaran, pembinaan aparatur dilakukan melalui program pendidikan dan pelatihan, termasuk LATSAR, magang, dan izin belajar,” jelasnya.
Namun, pada Bidang Intelijen juga mencatat aktivitas intensif sepanjang 2025, mulai dari pengamanan penegakan hukum, penyuluhan hukum, Program Jaksa Masuk Sekolah, hingga Program Jaga Desa sebagai langkah pencegahan tindak pidana korupsi di tingkat desa.
“Kejari Kabupaten Bogor juga meraih sejumlah penghargaan di tingkat Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, termasuk Satuan Kerja Terbaik, kinerja terbaik bidang intelijen, pidana umum, serta perdata dan tata usaha negara,” ungkap dia.
Terlebih, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor menyatakan akan terus memperkuat penegakan hukum yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum di Kabupaten Bogor.
(Pandu)







