Gunung Putri, SuaraBotim.Com – Turnamen sepakbola usia dini se-Jawa Barat, Posilet Cup 2025 kini memasuki hari kedua untuk kategori anak kelahiran tahun 2014.
Turnamen yang diprakarsaikan oleh Acank Suryana tersebut diselenggarakan untuk mencari bibit pesepakbola sekaligus untuk memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) yang ke-543 tahun.
Ketua panitia turnamen, Septian mengungkapkan, bahwa pertandingan pada hari kedua ini khusus mempertemukan tim-tim dengan pemain kelahiran tahun 2014 atau kategori usia 11 tahun. Saat ini, tercatat sebanyak 24 tim bersaing memperebutkan posisi terbaik.
“Hari ini kita memainkan kelompok usia 11 tahun, dan alhamdulillah diikuti oleh 24 tim dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat. Tim paling jauh hari ini berasal dari Kabupaten Tasikmalaya,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Minggu (25/5/25).
Lebih dari sekadar kompetisi, kata Septian, turnamen Posilet 2025 menjadi ajang penting untuk unjuk bakat para pemain muda.
“Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar pelatih, orang tua, dan komunitas sepak bola usia dini,” tuturnya.
Menariknya, Wakil Bupati (Wabup) Bogor Ade Ruhandi atau Jaro Ade dijadwalkan hadir langsung ke lokasi pertandingan hari ini untuk memberikan dukungan kepada para peserta.
“Insya Allah Wabup (Jaro Ade) akan hadir untuk menyemangati anak-anak yang bertanding hari ini,” katanya.
Kehadiran pejabat daerah ini dinilai sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pengembangan olahraga usia dini di Kabupaten Bogor.
Turnamen Posilet 2025 menjadi bukti komitmen daerah dalam membina generasi muda melalui olahraga, khususnya sepak bola. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara rutin agar semakin banyak bibit atlet muda yang berkembang sejak usia dini.
Salah satu penonton asal Cicadas, Iful (32) mengaku antusias dengan kehadiran Wakil Bupati Bogor.
“Senang sekali ada turnamen seperti ini. Anak-anak jadi semangat main bola, apalagi dengar kabarnya Wakil Bupati mau datang,” ujarnya.
Turnamen ini dipandang sebagai momentum penting untuk membangun fondasi sepak bola Indonesia sejak usia dini dimulai dari daerah, demi prestasi nasional di masa depan.
(Pandu)







