Cibinong, SuaraBotim.Com – Komisi I DPRD Kabupaten Bogor mulai “bernyanyi” soal kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diduga dilakukan oleh puluhan perusahaan nakal. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 74 perusahaan yang bercokol di dalam site plan PT Ferry Soneville bakal dipanggil paksa ke Gedung Tegar Beriman.
Langkah berani ini diambil karena perusahaan-perusahaan tersebut dinilai hanya menumpang hidup dan beroperasi di Bumi Tegar Beriman tanpa memberikan kontribusi sepeser pun bagi PAD Kabupaten Bogor.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, M. Irvan Maulana atau yang akrab disapa Ipeck, menegaskan bahwa ini adalah bagian dari fungsi pengawasan ketat legislatif.
“Perusahaan di wilayah PT Ferry Soneville akan kita panggil. Ada 74 perusahaan yang terdata tidak masuk ke PAD Kabupaten Bogor. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Ipeck kepada SuaraBotim.Com di Kantor DPRD, Selasa (3/2/2026).
Ipeck membongkar salah satu temuan mencolok di lapangan: adanya “sulap” peruntukan lahan. Di kawasan tersebut, banyak bangunan yang seharusnya diperuntukkan sebagai hunian atau tempat tinggal, justru disulap menjadi area komersial dan tempat usaha.
Dampaknya fatal. Selain merusak tata ruang, aktivitas komersial berbaju hunian ini membuat pajak yang seharusnya masuk ke kas daerah jadi menguap begitu saja.
“Banyak bangunan yang peruntukannya hunian, tapi dibikin komersial. Akibatnya tidak masuk PAD kita. Ini akan kita tindak tegas,” ujarnya lagi.
Ipeck tak menampik bahwa kasus di PT Ferry Soneville hanyalah fenomena gunung es. Ia menyebut masih ada ribuan perusahaan di Kabupaten Bogor yang beroperasi tanpa izin lengkap alias “gelap”, sehingga luput dari catatan penyumbang pajak daerah.
Meski memasang nada keras, Komisi I mengklaim tetap membuka pintu solusi. Penindakan tegas akan dibarengi dengan upaya bantuan pembenahan izin agar perusahaan-perusahaan tersebut bisa legal dan resmi berkontribusi bagi pembangunan Bogor.
“Kami tindak tegas, tapi kami juga bantu proses perizinannya agar sesuai aturan. Tujuannya satu: supaya ke depannya mereka berkontribusi nyata untuk PAD Kabupaten Bogor,” pungkasnya.
(Retza)







