Cibinong, SuaraBotim.Com – Pemasangan lampu lalu lintas (traffic light) di kawasan turunan flyover Cibinong, Kabupaten Bogor, menuai kritik dan kekhawatiran dari masyarakat.
Lokasi lampu merah yang berada tepat setelah turunan flyover tersebut dinilai membahayakan, terlebih jika dikaitkan dengan insiden maut yang pernah terjadi di kawasan CBD Cibubur.
Sebagian pengendara menilai pemasangan lampu merah di lokasi turunan sangat berisiko. Mereka membandingkan dengan kejadian kecelakaan tragis yang terjadi di Jalan Raya Transyogi, Cibubur, di mana sebuah truk tangki bahan bakar menabrak sejumlah kendaraan karena tidak mampu berhenti saat lampu merah menyala. Peristiwa tersebut menewaskan 10 orang dan menyebabkan 5 orang lainnya luka-luka.
Amel (24), seorang pengendara asal Sukaraja yang tengah menuju Depok, mengaku khawatir dengan keberadaan lampu merah tersebut.
“Kalau ngelihat dari pengalaman kejadian di tempat lain, lampu merah di jalan turunan itu ngeri banget. Saya sih was-was, takut kejadian hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Kamis (10/7/25).
Menurut Amel, selain menimbulkan risiko kecelakaan, keberadaan lampu lalu lintas tersebut juga dinilai kurang efektif.
“Satu sisi, jalan itu selalu macet dan sering dilalui truk-truk besar. Banyak juga pengendara yang akhirnya memilih belok ke arah Citereup dulu untuk muter, daripada nunggu di lampu merah situ,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih menjelaskan, bahwa saat ini pemasangan lampu lalu lintas masih dalam tahap uji coba.
“Namanya juga uji coba, masyarakat boleh berkata seperti itu. Tapi bayangin aja, di Gadog kan turunan, itu juga ada lampu merah disana,” kata dia.
“Sekarang bayangin, di Gadog kan jalannya turun tuh, sama ga? Makannya di coba dulu, jangan hanya diperkirakan saja,” tutup dia.
(Pandu)







