Gunung Putri, SuaraBotim.com — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor meninjau langsung lokasi robohnya pagar SDN 5 Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, pada Rabu (19/11/25)
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kerusakan sekaligus mempersiapkan langkah penanganan, termasuk pengusulan perbaikan melalui APBD Kabupaten Bogor tahun 2026.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Disdik Kabupaten Bogor, Yanto Pradipta, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan kerusakan pagar dari berbagai unsur di wilayah setempat.
“Semalam saya dapat info dari teman-teman Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gunung Putri, kemudian dari kasie Kecamatan Gunung Putri, bahwa telah terjadi pagar roboh di SDN Gunung Putri 05. Hari ini saya langsung tinjau ke lapangan,” kata Yanto kepada SuaraBotim.Com.
Yanto menyebut, berdasarkan data yang diterima dari pihak sekolah, pagar yang roboh itu merupakan bangunan lama yang sudah berusia lebih dari 25 tahun. Pembangunan awalnya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat sekitar sekolah.
“Dari data sekolah, ini bangunan lama, sudah di atas 25 tahun. Awalnya dibangun secara swadaya oleh lingkungan sekitar,” ujarnya.
Dalam peninjauan, lanjut Yanto, pihaknya telah mengukur keseluruhan panjang pagar, yakni sekitar 98 meter.
“Panjang pagar yang kami ukur kurang lebih 98 meter. Sudah pasti kami tangani secara keseluruhan, tidak sebagian saja, karena bangunannya sudah tua,” tegas Yanto.
Yanto juga memastikan, bahwa perbaikan pagar SDN Gunung Putri 05 akan masuk dalam usulan APBD Kabupaten Bogor tahun 2026.
“Insyaallah di 2026 kami usulkan di APBD Kabupaten Bogor,” katanya.
Lebih lanjut, Yanto juga menegaskan, bahwa perbaikan akan dilakukan secara menyeluruh agar keamanan sekolah dapat kembali optimal.
“Penanganan kami sekaligus semua pagar ditangani, jadi tidak sebagian-sebagian. Pelakasaan pembangunqn fisik diperkirakan usai Idulfitri 2026,” ungkap dia.
Sembari menunggu pelaksanaan pembangunan, pihaknya bersama komite sekolah sepakat memasang pagar sementara.
“Kami sudah komunikasi dengan komite. Akan dipasang pagar sementara dari bajaringan sambil menunggu eksekusi dari pemerintah daerah,” tutupnya.
(Pandu)







