Cileungsi, SuaraBotim.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Cileungsi terus mengembangkan penyelidikan kasus tawuran pelajar yang terjadi pada 26 September 2025 di Jalan Raya Narogong, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.
Dari hasil pendalaman, polisi menemukan fakta baru bahwa seorang alumni sekolah diduga berperan sebagai provokator dalam aksi tawuran tersebut.
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, menjelaskan bahwa tawuran ini tidak hanya dilakukan oleh pelajar aktif, tetapi juga melibatkan alumni yang ikut memicu bentrokan.
“Kami dalami karena ada alumni yang terlibat. Mereka sangat tertutup, dan biasanya alumni ini ikut mengarahkan adik-adiknya untuk tawuran,” kata Kompol Edison kepada SuaraBotim.Com, Jumat (17/10/25).
Menurutnya, para pelajar yang terlibat tawuran kerap mengonsumsi minuman keras secara patungan sebelum beraksi.
“Kami temukan fakta bahwa mereka membeli miras secara patungan. Kami masih selidiki apa motivasi mereka melakukan hal itu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kompol Edison juga mengungkapkan bahwa alumni yang kini berstatus provokator telah diidentifikasi.
“Alamat dan identitasnya sudah kami dapatkan, dan saat ini masih kami dalami perannya lebih lanjut,” tegasnya.
Kompil Edison menyebut bahwa aksi brutal tersebut dilakukan demi mencari popularitas di media sosial.
“Tujuannya untuk mempopulerkan sekolah mereka. Semakin banyak aksi tawuran yang disiarkan secara live, semakin banyak like yang didapat. Sekolah yang sering tawuran justru dianggap keren oleh anak-anak yang tidak diterima di sekolah negeri,” jelasnya.
Polsek Cileungsi kini terus melakukan penyelidikan lebih dalam untuk menindak para pelaku, termasuk alumni yang diduga menjadi provokator utama.
Polisi juga mengimbau masyarakat, terutama orang tua dan pihak sekolah, agar lebih mengawasi pergaulan pelajar dan mencegah aksi tawuran yang dapat merugikan masa depan generasi muda.
(Pandu)







