Cileungsi, SuaraBotim.Com – Proses penertiban bangunan liar (Bangli) dan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Flyover Cileungsi kembali memunculkan temuan menarik.
Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor, Cecep Imam Nagarasid mengungkapkan, bahwa sebagian PKL menggunakan strategi kamuflase dengan menumpuk dus kosong agar bangunannya terlihat masih aktif digunakan.
“Tadi petugas sempat terkecoh. Di dalam bangunan ada tumpukan dus yang seolah-olah berisi barang dagangan. Tapi setelah dicek, ternyata semua dus itu kosong. Itu bentuk kamuflase agar bangunan tidak ditertibkan,” ujarnya kepada SuaraBotim.Com, Selasa (22/7/25).
Setelah memastikan kondisi bangunan kosong, petugas pun langsung melakukan pembongkaran. Namun, ada juga sejumlah pedagang yang berdalih bahwa tanah yang mereka tempati sedang dalam proses sertifikasi.
“Tapi setelah kami klarifikasi bersama Pak Camat dan Kepala Desa, ternyata tidak ada proses sertifikat yang sedang berlangsung. Artinya, tidak ada legalitas yang mendukung klaim tersebut,” tegas Cecep.
Temuan lain yang tak kalah mengejutkan datang dari pemasangan KWH listrik di beberapa bangunan liar.
Camat Cileungsi, Adi Henryana mengatakan, bahwa pihaknya menemukan adanya instalasi KWH yang tidak jelas asal-usul pengajuannya.
“Kami tidak tahu siapa yang mengajukan. Tapi karena ada KWH, PLN ikut kami libatkan dalam penertiban ini. Menurut PLN, kalau ada KWH berarti ada pengajuan resmi. Tapi siapa yang memohon, itu masih jadi tanda tanya,” jelas Adi.
Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, pihak kecamatan bersama Satpol PP dan PLN akan terus menyelidiki sumber permohonan KWH tersebut serta memastikan tidak ada lagi penyalahgunaan fasilitas negara di area yang tidak sesuai peruntukannya.
Langkah penertiban ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Bogor menata kembali kawasan Flyover Cileungsi agar lebih tertib, bersih, dan tidak merugikan kepentingan umum.
(Pandu)







