Wednesday, September 16, 2026
Suara Botim | Bogor Timur
No Result
View All Result
  • Login
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga
No Result
View All Result
Suara Botim
No Result
View All Result
Home Hukum dan Kriminal

‎Diancam Dibacok, Ibu Korban Minta Perlindungan Polisi dalam Kasus Pelecehan Anak di Gunung Putri

by Arsyit Syarifudin
April 15, 2026
in Hukum dan Kriminal
0
‎Diancam Dibacok, Ibu Korban Minta Perlindungan Polisi dalam Kasus Pelecehan Anak di Gunung Putri
Share on FacebookShare on Twitter

READ ALSO

KPK Dalami Pertemuan Pihak Summarecon dengan Pemkab Bogor Sebelum OTT

Pengurusan HGB di Bogor Berujung OTT, KPK Tetapkan 8 Tersangka

‎SUARABOTIM.COM – Pelapor sekaligus ibu kandung korban, Yuliana (42), meminta perlindungan kepada pihak kepolisian terkait dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh ayah tiri berinisial I (43) terhadap anaknya Y (15) di wilayah Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
‎
‎Yuliana mengungkapkan, dirinya bersama korban telah memenuhi panggilan Polres Bogor untuk menjalani pemeriksaan. Dalam pemeriksaan tersebut, korban dimintai keterangan secara rinci oleh penyidik dan diminta menceritakan seluruh kejadian yang dialaminya.
‎
‎“Saya sebagai pelapor dan anak saya sebagai korban dipanggil ke Polres Bogor untuk diwawancarai. Anak saya diminta menceritakan semua kejadian,” ujar Yuliana, Rabu (15/4/2026)
‎
‎Ia menjelaskan, penyidik juga akan memanggil terduga pelaku serta saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Namun, Yuliana mengaku khawatir karena pelaku hingga kini masih berada di luar dan belum diamankan.
‎
‎“Penyidik menyampaikan pelaku akan diwawancara. Tapi saya khawatir kalau di luar ada ancaman dari pelaku,” katanya.
‎
‎Menurut Yuliana, kasus ini pertama kali terungkap sekitar pekan lalu saat korban menceritakan dugaan pelecehan yang dialaminya kepada keluarga di rumah.
‎
‎Ia mengaku, sempat memergoki satu kejadian di rumah kontrakan saat korban diduga hendak dipaksa oleh pelaku.
‎
‎“Saya melihat langsung satu kejadian di kontrakan, saat itu anak saya hampir dipaksa. Untuk kejadian lainnya saya tidak mengetahui,” ungkapnya.
‎
‎Ia juga menyebut, dugaan tindakan tersebut tidak hanya dialami oleh Y (15), tetapi juga adiknya. Namun, adik korban PN (13) melakukan perlawanan sehingga diduga mengalami kekerasan fisik dan ancaman.
‎
‎“Adiknya sempat melawan, tetapi justru dipukul, ditendang, bahkan diancam akan dibacok,” jelasnya.
‎
‎Berdasarkan pengakuan korban Y (15), dugaan pelecehan tersebut telah berlangsung sejak korban duduk di bangku kelas 1 SMP hingga saat ini dan terjadi berulang kali.
‎
‎“Korban mengaku sudah sekitar tujuh kali mengalami kejadian tersebut,” katanya.
‎
‎Selain itu, korban juga sempat mengeluhkan rasa sakit saat buang air kecil, sebagaimana disampaikan saat pemeriksaan oleh penyidik.
‎
‎Yuliana turut mengungkapkan bahwa dirinya juga pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh terduga pelaku. Namun, ia memilih tidak melaporkan kejadian tersebut dan hanya fokus pada kasus yang dialami anaknya.
‎
‎“Saya pernah mengalami KDRT, tapi tidak saya laporkan. Saya fokus pada kasus anak saya,” ujarnya.
‎
‎Yuliana mengaku, saat ini anaknya Y (15) mengalami trauma. Ia mengatakan, korban dilarang bertemu dengan ayah tirinya selama pemulihan trauma.
‎
‎“Penyidik bilang kalau anak saya ga boleh ketemu sama ayah tirinya dulu. Katanya trauma,” jelasnya.
‎
‎Yuliana berharap, agar pelaku cepat ditangkap agar keluarganya merasa aman dan korban tidak meluas.
‎
‎“Saya berharap pelaku cepat ketangkap, karena pelaku juga masih berkeliaran kan. Saya takut diancam, saya buat laporan ini juga diam-diam agar ga ketahuan dia,” tutupnya.
‎
‎Sementara, Sementara, Kepala Satuan (Kasat) Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA dan PPO) Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri mengatakan, keluarga korban jika merasa terancam dengan diduga pelaku bisa memohon kepada lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK).
‎
‎“Ini kalau terkait masalah korban, perlindungan, itu kan ada yang namanya LPSK. Kalau dari kami kepolisian sendiri, selama proses ini masih berjalan, proses selidiknya, nanti paling sekali coba koordinasi sama kewilayahan setempat, yaitu polisi desa, untuk bantu monitoring aja di wilayah,” tutupnya.
‎
‎
‎(Pandu)

Tags: AKP Silfi Adi PutriGunung PutriKDRTLPSKPelecehan AnakPolres Bogor

Related Posts

KPK Dalami Pertemuan Pihak Summarecon dengan Pemkab Bogor Sebelum OTT
Hukum dan Kriminal

KPK Dalami Pertemuan Pihak Summarecon dengan Pemkab Bogor Sebelum OTT

September 16, 2026
Pengurusan HGB di Bogor Berujung OTT, KPK Tetapkan 8 Tersangka
Hukum dan Kriminal

Pengurusan HGB di Bogor Berujung OTT, KPK Tetapkan 8 Tersangka

September 16, 2026
OTT ATR/BPN, KPK Sita Rp106,3 Miliar dalam Rupiah dan Valuta Asing
Hukum dan Kriminal

OTT ATR/BPN, KPK Sita Rp106,3 Miliar dalam Rupiah dan Valuta Asing

September 16, 2026
OTT Kantah ATR/BPN, KPK: Dari Laporan Warga, Merembet ke Dugaan Aliran Miliaran
Hukum dan Kriminal

OTT Kantah ATR/BPN, KPK: Dari Laporan Warga, Merembet ke Dugaan Aliran Miliaran

September 15, 2026
ATR/BPN Kabupaten Bogor I Dikabarkan Kena OTT KPK, Begini Kondisi di Lokasi
Hukum dan Kriminal

ATR/BPN Kabupaten Bogor I Dikabarkan Kena OTT KPK, Begini Kondisi di Lokasi

September 15, 2026
Nekat Maling Tas dari Mobil di Fresh Market Kota Wisata, Pelaku Babak Belur Diciduk Warga
Hukum dan Kriminal

Nekat Maling Tas dari Mobil di Fresh Market Kota Wisata, Pelaku Babak Belur Diciduk Warga

September 10, 2026
Next Post
Berantas Pungli, Pemkab dan Polres Bogor Bentuk Tim Khusus

Berantas Pungli, Pemkab dan Polres Bogor Bentuk Tim Khusus

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Suara Botim | Bogor Timur

Suara Bogor yang inspiratif, inovatif dan keratif. Terpercaya Terlengkap Seputar Politik, Ekonomi, Travel, Teknologi, Otomotif dan Olahraga.

Follow us

Categories

  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Life & Style
  • Olahraga
  • Peristiwa
  • Suara Bogor
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Uncategorized
  • Wisata dan Kuliner

Recent Posts

  • Rudy Susmanto Bantah Pertemuan dengan Pihak Summarecon Terkait OTT ATR/BPN: Saya 9 Hari di Galuga
  • KPK Dalami Pertemuan Pihak Summarecon dengan Pemkab Bogor Sebelum OTT
  • Ancaman Kebakaran di Musim Kemarau, Bupati Bogor Ingatkan Warga Soal Bakar Sampah
  • Pengurusan HGB di Bogor Berujung OTT, KPK Tetapkan 8 Tersangka
  • Redaksi
  • Karir
  • Info Iklan

© 2025 Suara Botim.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Suara Desa
  • Suara Pendidikan
  • Suara Bogor
  • Peristiwa
  • Wisata dan Kuliner
  • Hukum dan Kriminal
  • Kesehatan
  • Olahraga

© 2025 Suara Botim.

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?