Bojonggede, SuaraBotim.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Depok berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang pria berinisial AN yang terjadi di wilayah Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada Senin (3/11/25) dini hari.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Made Gede Oka Utama, menjelaskan bahwa peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB di sebuah rumah kontrakan yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Dalam kasus ini, pihak kepolisian telah menangkap tiga pelaku berinisial MFR, MEO, dan AS.
Menurut Kompol Made Gede, kasus pembunuhan ini berawal dari perkenalan antara korban dengan salah satu pelaku, MEO, melalui media sosial Facebook.
“Awalnya mereka berkenalan di grup Facebook dan sepakat untuk bertemu serta nongkrong bersama di rumah salah satu tersangka, yang juga menjadi lokasi pembunuhan,” jelasnya, Rabu (5/11/25).
Sekitar pukul 22.00 WIB, korban datang ke rumah kontrakan tersebut dan berkumpul bersama tiga pelaku. Saat sedang berbincang, pelaku MEO meminjam uang kepada korban dengan alasan untuk biaya persalinan pacarnya. Namun, korban menolak memberikan uang, sehingga terjadi cekcok antara keduanya.
“Setelah korban menolak, tersangka merasa tersinggung. Terjadi keributan, dan korban sempat mencoba melarikan diri. Namun, para pelaku mendorong dan memukul korban secara brutal menggunakan benda tumpul, senjata tajam, serta pecahan kaca yang ada di lokasi,” ungkap Kompol Made Gede.
Akibat serangan tersebut, kata dia, korban mengalami luka parah di bagian pelipis dan leher hingga mengalami pendarahan hebat.
Tidak berhenti di situ, salah satu pelaku kemudian mengikat korban menggunakan kawat bendrat, yang akhirnya menyebabkan korban meninggal dunia di tempat.
Kini, ketiga tersangka telah diamankan di Polres Metro Depok untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami motif lain di balik pembunuhan tersebut dan mengumpulkan barang bukti tambahan di TKP.
Sebelumnya, warga Bojonggede digegerkan oleh penemuan mayat pria berinisial AN (25) dengan kondisi bersimbah darah pada Senin (3/11/25).
Kapolsek Bojonggede, AKP Abdullah Safiih membenarkan adanya penemuan mayat di wilayah teritorialnya sekitar pukul 03.00 WIB.
Dilokasi, sempat terdengar cekcok di salah satu rumah warga setempat pada Minggu, 2 November 2025, sekitar pukul 23.30 WIB sebelum korban ditemukan terkapar bersimbah darah.
“Kalau dari tetangga itu katanya mendengar suara bisik-bisik di rumah itu, diduga korban dianiaya,” ujar AKP Abdullah Safiih.
(Pandu)







