Cibinong, SuaraBotim.Com – Lembaga Study Visi Nusantara Maju (Ls Vinus) merilis hasil survei terkait tingkat keterbukaan informasi publik di Kabupaten Bogor selama 100 hari kerja Bupati Bogor dan Wakil Bupati Bogor. Survei ini mengukur persepsi masyarakat terhadap transparansi dan aksesibilitas informasi dari pemerintah daerah.
Founder Ls Vinus, Yusfitriadi menyampaikan, bahwa meskipun seluruh dinas di Kabupaten Bogor telah memiliki platform digital dan media sosial, namun masih banyak informasi penting yang tidak tersedia untuk publik.
“Semua dinas punya platform media, platform digital, tapi tidak ada data yang tersajikan. Semuanya tertutup. Misalnya kita ingin tahu program pemerintah daerah itu apa saja, di mana kita bisa cari? Enggak ada yang dibuka,” ujar Yusfitriadi kepada SuaraBotim.Com, Senin (2/6/25).
Kang Yus juga mengkritisi, kurangnya transparansi di DPRD Kabupaten Bogor. Menurutnya, sudah beberapa bulan pihaknya mengirimkan surat untuk meminta dokumen rencana kerja DPRD tahun ini, namun hingga kini belum juga mendapat respons.
“Masa lembaga negara tidak punya rencana kerja? Sampai hari ini belum kami terima,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Seknas Ls Vinus, Rizki Riyanto memaparkan, berdasarkan hasil survei, tingkat kepuasan masyarakat terhadap keterbukaan informasi* di Kabupaten Bogor mencapai 65,10%, sementara 34,90% responden menyatakan tidak puas.
“Survei dilakukan terhadap 1.616 responden dengan metode wawancara langsung di lapangan pada 24–29 Mei 2025, menggunakan margin of error ±2,5% dan tingkat kepercayaan 95%,” paparnya.
Rizki menegaskan, bahwa angka kepuasan ini menunjukkan adanya kemajuan, namun juga menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dan DPRD untuk meningkatkan transparansi, khususnya dalam menyampaikan program dan kinerja secara terbuka kepada masyarakat.
(Pandu)







