Cibinong, SuaraBotim.com – Anggota Satlantas Polres Bogor berikan hukuman push up kepada tiga pelajar asal Jakarta yang melalukan pelanggaran lalu lintas saat Operasi Zebra Lodaya 2025 yang digelar Satlantas Polres Bogor.
Pasalnya, para pelajar tersebut kedapatan melawan arus setelah melihat banyaknya petugas yang melakukan pemeriksaan di kawasan Cibinong, tepatnya di Simpang Sentul.
Anggota Satlantas Polres Bogor, Bripda Putra Deni, mengatakan bahwa para pelajar itu sempat berusaha menghindari petugas dengan memutar balik dan melawan arus ke arah Cibinong.
“Kesalahan mereka pertama tidak memakai helm, kedua berboncengan tiga, ketiga melawan arus, keempat tidak membawa surat-surat, SIM tidak punya, dan STNK juga tidak dibawa,” ujar Bripda Putra kepada SuaraBotim.Com, Selasa (18/11/25).
Ia menambahkan, tiga pelajar berbonceng tiga tersebut juga hanya menggunakan satu helm dan berupaya untk menghindari petugas, mereka bahkan hampir menabrak mobil yang datang dari arah Cibinong.
“Tadi pas dia muter balik, sempat hampir menabrak mobil, tapi tidak terjadi benturan,” jelasnya.
Namun, lanjut dia, para pelajar mengaku tidak sedang berangkat sekolah. Mereka justru mengatakan hendak bermain, diduga menuju kawasan Puncak.
Sebagai bentuk edukasi dan pembinaan, petugas memberikan sanksi fisik berupa push up kepada para pelajar tersebut.
“Pertama tadi kita kasih push up, kemudian saya minta petunjuk komandan. Totalnya 100 ditambah 50, jadi 150 kali,” kata Bripda Putra.
Ia menegaskan bahwa sanksi tersebut diberikan untuk memberikan efek jera sekaligus mengajarkan kedisiplinan berlalu lintas kepada para remaja.
(Pandu)







